SEBAGAI seorang ibu, Menteri Kesehatan RI Prof Nila F Moeloek menceritakan pengalaman memberikan ASI eksklusif kepada tiga anaknya. Pada masa itu, wanita 66 tahun itu sudah berprofesi sebagai dokter dan melanjutkan studinya untuk mendapat gelar dokter spesialis.
Saat ditemui Okezone usai melaksanakan Upacara Revolusi Mental tadi pagi, Menkes Nila berbagi kisah keberhasilan memberikan ASI eksklusif kepada ketiga anaknya.
"Sebagai wanita, kita semua pasti pernah mengalami menyusui, saya juga kok. Kebetulan waktu itu saya menyusui anak saya dengan kondisi bekerja sebagai dokter dan menyelesaikan thesis," kata Menkes Nila kepada Okezone di Lapangan Kantor Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (14/92014).
Ia hanya diberikan cuti selama tiga bulan dan harus mempersiapkan banyak hal tentang ASI eksklusif. Kala itu, ibu tiga anak ini merasa beruntung karena mudah mencari informasi tentang ASI dan pintar membagi waktu untuk menyusui putra-putrinya meski harus berkutat dengan aktivitas sehari-hari.
Dalam tiga bulan, saran Menkes Nila, semua wanita sebelum melahirkan harus tahu manajemen waktu. Saat menjelang kelahiran sang jabang bayi, para ibu harus banyak menggali informasi ASI sebanyak-banyaknya kepada konselor agar lancar menyusui bayinya.
"Selama 1,5 sebelum dan sesudah bulan bayi baru lahir, sebagai ibu kita harus betul-betul paham ASI sesuai kesiapan melahirkan. Karena dulu sebagai dokter, saya benar-benar memahami dan berusaha memberi ASI kepada anak-anak," tambah dia.
Meskipun bekerja, Menkes Nila selalu menyempatkan untuk memerah ASI di ruang menyusui dan disimpan baik-baik ke dalam kulkas. Setelah sampai rumah, ia cepat-cepat memberi ASI kepada anaknya setiap hari.
"Dulu saya sangat memanfaatkan fasilitas ASI di tempat bekerja. Ini juga bisa dilakukan oleh ibu-ibu sekarang. Maka saya himbau kepada seluruh perusahaan agar menyediakan fasilitas itu," tutupnya.
(Renny Sundayani)