Shafira Pamer Songket Silungkang di New York

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis
Rabu 02 September 2015 21:08 WIB
Shafira pamer songket dari Silungkang di New York (Foto: Ainun Fika/Okezone)
Share :

SONGKET Silungkang rupanya memiliki daya tarik berbeda. Hal ini yang membuat Shafira mengusung songket silungkang sebagai koleksi baru yang akan dipamerkan dalam perhelatan New York Couture Fashion Week.

Songket Silungkang sendiri berasal dari daerah Silungkang, Sawah Lunto, Sumatera Barat. Melalui Shafira, songket silungkang diolah menjadi rangkaian busana muslim yang dikemas dengan tema “When West Meet West”.

Feny Mustofa, Pendiri Shafira Corporation mengatakan bahwa belum banyak desainer ataupun label busana yang mengangkat songket Silungkang. Padahal, motif songket tersebut sangat unik.

"Motifnya indah, lebih abstrak, tapi unik. Berbeda dengan motif dari daerah lain, misalnya Palembang," tutur Feny di Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (4/9/2015).

Di samping itu, motif songket dari Silungkang juga sangat fleksibel. Dalam hal ini, motif Silungkang bisa diaplikasikan pada berbagai model busana.

Meski demikian, dalam mengolah songket Silungkang, Shafira juga tidak melakukannya secara asal. Jika banyak label atau desainer, memodifikasi songket, maka lain dengan Shafira. Songket Silungkang tetap dijaga keasliannya. Songketnya memang kaku, namun dalam mengaplikasikannya menggunakan teknik khusus.

"Tidak ada modifikasi songket, sama seperti yang ada di pasar. Jadi, songketnya memang kaku dan keras, tapi kita buat trik supaya tidak berat. Kita main di-cutting, lalu campur sama sutra," terang Feny.

Lebih lanjut, ada 15-20 busana yang akan dipamerkan di New York Couture Fashion Week. Meski bersentuhan dengan tradisional, koleksi Shafira tersebut tetap mengusung kekinian. Menurut Feny, hal ini sesuai dengan konsep desain Shafira yang modern.

"Shafira selalu mengaitkan modern dan fashion Indonesia. Jadi modern, tapi tetap ada unsur Indonesia," kata Feny.

Karenanya, koleksi yang ditampilkan tersebut merupakan jenis busana malam. Shafira sendiri kemudian menerjemahkannya dalam beberapa model. Mulai dari palazo, dress panjang hingga outer panjang.

Dari segi warna, koleksi ini sedikit berbeda. Karena mengacu pasar Amerika, Shafira pun lebih membuat busana dengan nuansa gelap. Agar terlihat lebih mewah, koleksi tersebut juga dihiasi kristal swarovski.

"Songket ini basic-nya merah. Tapi kita sesuaikan dengan gaya Amerika. Di sana jarang sekali yang pakai baju colorful kalau malam. Tapi kita sesuaikan dengan hitam dan silver," tutur Feny.

Sementara terkait New York Couture Fashion Week, Fenny mengatakan bahwa perhelatan tersebut menjadi ajang untuk mempromosikan Indonesia, khususnya Silungkang. Sebab, belum banyak yang tahu bahwa Silungkang di Sawahlunto memiliki potensi besar untuk industri kreatifnya. Dengan demikian, hal ini dapat membantu perekonomian masyarakat setempat.

"Ini hanya misi negara bagaimana Silungkang di Sawahlunto ke luar negeri. Kalau tidak ada pemberitaan yang spektakuler, susah diangkat," tutup Feny Mustofa.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya