SALAH satu keuntungan bagi peserta Master Chef Indonesia (MCI) adalah bisa lebih dikenal oleh masyarakat karena penampilannya di layar kaca. Demikian pula halnya dengan Laras, tapi untuk menempati posisi di galeri MCI tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Laras memang bukan pemain baru dalam dunia kuliner, pendidikannya justru banyak mengambil dari bidang kuliner. Kendati demikian Laras mengaku tetap harus berjuang melawan ribuan pendaftar yang memperebutkan posisi peserta MCI Season 4. “Ya meski saya punya basic di bidang kuliner tapi tetap saja bersaingnya harus profesional,” kata perempuan asal Malang saat dihubungi Okezone melalui pesan elektronik.
Laras berujar, awalnya ikut ajang pencarian bakat memasak ini karena teman-temannya yang menyarankan untuk ikut. “Awalnya banyak teman yang mendorong saya ikut MasterChef mulai dari season-season sebelumnya tapi waktu itu posisi saya sedang bekerja di dapur profesional sedangkan MCI kan ajang untuk yang non-professional. Tapi akhirnya dapat lagi kabar dari teman suami kalau pendaftaran MCI sudah dibuka, kebetulan saya sudah tidak bekerja lagi. Dari sana akhirnya saya memberanikan daftar dan tentunya atas ijin dari suami juga,” jelas Laras.
Saat audisi, Laras berusaha menyajikan makanan yang berkualitas. Dua makanan yang ia buat yakni rolled snapper with purple potato pure, green papaya salad and gulai foam dan dummy chicken wellington with cocoa sauce and sauté vegetable. Ternyata dua makanan ini berhasil membawa Laras masuk ke dalam 50 besar dan berhasil masuk sebagai peserta di galeri MCI.
Perempuan berhijab ini kini memang sudah tak lagi berada di galeri tapi Ia cukup lama bertahan karena berhasil masuk sebagai tujuh besar MCI Season 4. “Target saya sih sampai lima besar tapi ternyata enggak sampai jadi ya udah saya cukup bersyukur. Hal seperti ini kan enggak semua orang bisa mengalami,” tutup Laras.