KETIKA Anda berwisata ke dataran tinggi, misalnya saja Bandung atau Dieng, tentu Anda membutuhkan baju hangat. Item fesyen seperti sweater atau syal umumnya terbuat dari wol. Namun, ada kalanya item-item fesyen wol tersebut terasa gatal di kulit.
Tenang, rasa gatal itu bukan karena kulit Anda sedang berjamur. Penyebab utamanya terletak pada bahan wol yang yang digunakan untuk item tersebut. Banyak faktor yang memengaruhi rasa gatal saat menggunakan item fesyen berbahan wol.
Faktor manusia
Rasa gatal yang timbul karena gesekan kulit dan bahan wol berbeda-beda pada tiap orang, tergantung pada: ketebalan kulit; umur, semakin tua semakin sesitif; suhu udara, rasa gatal dipicu oleh hawa panas; dan kelembapan kulit, makin lembap makin gatal.
Jenis wol yang digunakan
Wol merino diketahui tidak terlalu menyebabkan rasa gatal dibandingkan wol biasa, bahkan terasa bukan seperti wol. Kenapa? Karena jika dilihat di bawah mikroskop, tekstur serat yang ada pada wol merino lebih teratur dibandingkan wol standar. Tekstur pada wol merino tampak bergaris-garis horizontal, sementara wol standar tidak beraturan.
Diameter fiber
Fiber yang baik, seperti pada wol merino, memberikan rasa nyaman yang lebih. Batas terendah kenyamanan kain pada kulit adalah 28 micron. Campuran kimia dan fiber lain yang salah pada wol bisa menimbulkan gatal pada kulit, seperti dituturkan Rajesh Bahl, Manager Emerging Markets Woolmark di Ballroom Grand Hyatt, Jakarta, Senin (31/8/2015).
(Yogi Cerdito)