Ini Dia Pemenang PS Palm Award 2015

Annisa Amalia Ikhsania, Jurnalis
Minggu 30 Agustus 2015 20:57 WIB
Busana karung goni pemenang PS Palm Award (Foto: Annisa/Okezone)
Share :

SIAPA yang menyangka remaja biasa asal Pematang Siantar, Sumatera Utara yang mendesain busana dari karung goni berhasil memenangkan ajang kompetisi desain busana? Adalah Muhammad Rizky Julpra Y telah dinobatkan sebagai pemenang pertama Plaza Senayan Palm Award 2015.

Pria yang akrab disapa Rizky ini membuat busana bertemakan Sexy Clubbing dari karung goni. Seluruh bahan dari mulai kepala hingga kaki dibuatnya dengan handmade.

"Awalnya aku terpikir karung goni karena pas salat di masjid, kesetnya itu dari karung goni. Lalu, aku berpikir kalau kain busananya dari karung goni keren," tutur pemuda 18 tahun tersebut.

Menurutnya, hal tersebut juga tidak kalah unik jika dibandingkan dengan kain biasa. "Aku pilih karung goni karena unik kalau dibandingkan dengan kain biasa. Biar nyaman aku pakai kain lapis asiante semacam furing. Lalu, untuk warna hitamnya, aku pakai pewarna bahan tekstil," ungkapnya lagi.

Bahkan, Rizky rela pergi ke pasar untuk mendapatkan karung goni yang kemudian dicucinya hingga bersih dan dimasak berulang kali agar bersih. Serta bulu-bulu ayam yang diperolehnya dari tukang ayam.

Menurut salah satu dewan juri, Musa Widyatmodjo, sang pemenang memiliki perjuangan yang luar biasa untuk dapat mewujudkan busananya.

"Kami enggak menyangka kalau mereka yang tinggal di pelosok ternyata mengerti tentang fesyen. Bahkan, mereka saja enggak tahu desainer ibu kota siapa, tren terbaru seperti apa, tetapi mereka terbersit membuat baju seperti itu," ungkap desainer ternama busana ini ditemui Okezone seusai acara, Minggu (30/8/2015).

Musa juga menambahkan, terdapat alasan khusus mengapa akhirnya Rizky dinobatkan sebagai pemenang pertama. "Memang yang dewan juri lihat tidak sekadar kreativitas, tetapi komitmen dan perjuangannya. Jadi yang kami lihat, pertama apakah dia punya komitmen terhadap fesyen, seberapa keras mereka mau berjuang, siap mental atau tidak. Dalam memilih pemenang, kami melihat bermacam layer. Kalau soal kreativitas, orang Indonesia semuanya kreatif, dan saya rasa kreativitas itu mudah dicari. Namun yang sulit adalah keinginan untuk mau belajar," tutup Musa Widyatmodjo.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya