BANYAK orang suka dengan diving, padahal ada beberapa faktor menjadi penyebab diving jadi berbahaya. Penasaran?
Thea, instruktur sekaligus dive master mengaku ada beberapa faktor yang bisa dikatakan menjadi penyebab diving menjadi berbahaya.
"Kalau Anda bertanya soal penyebab kecelakaan diving ada beberapa faktor diantaranya cuaca, arus bawah air, pasang surut air, serta ketinggian air," jelasnya kepada Okezone di Jakarta, Minggu (16/8/2015).
Faktor pertama adalah cuaca, dimana cuaca sangat mempengaruhi kondisi air sehingga bagi mereka yang melakukan diving akan kesulitan.
"Jika cuaca sedang hujan maka mempengaruhi penglihatan saat diving air akan berubah menjadi keruh dan itu berbahaya bagi yang melakukan diving," tambahnya.
Kemudian persoalan arus bawah air, faktor ini kerap diwaspadai diving terlebih saat musim hujan. Kecepatan arus bawah air akan menjadi lebih cepat sehingga akan mudah menarik mereka yang melakukan diving.
Lalu ada yang namanya pasang surut air. Faktor ini tidak mengenal saat musim hujan maupun musim kemarau.
"Pasang surutnya air laut itu sering berubah dan tidak bisa ditebak. Pasang surut air laut bisa terjadi saat pagi, siang hingga malam hari," tambahnya.
Terakhir adalah persoalan ketinggian air. Hal ini sering terjadi ketika pasang surut air laut."Jika pasang surut air laut sedang terjadi maka ketinggian air akan berubah dan itu bisa membuat diving jadi lebih sulit. Tekanan air yang ada di atas mereka yang diving akan lebih berat begitu pula di bagian bawah. Jadi ketinggian air sangat berpengaruh," tutupnya.
Perlu diketahui, Empat dari enam turis asing asal Italia dan Belgia hilang di kawasan wisata Pulau Sangalaki, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Sabtu sore kemarin. Mereka hilang saat melakukan penyelaman (diving) bersama guide-nya.
Sebenarnya ada enam turis asing dalam rombongan tersebut. Namun dua di antaranya yakni Valeria (34) dan Maurizio Rege (36), keduanya asal Italia, tidak ikut menyelam. Mereka hanya snorkeling.
Empat turis yang hilang adalah Michela (33), Daniele (36), keduanya warga Italia, serta dua warga Belgia bernama Vana Chris R (29) dan seorang rekannya yang belum diketahui identitasnya. Guide atau pendamping penyelam bernama Oslan, sudah ditemukan dalam keadaan lemas.
(Johan Sompotan)