BUANG air besar secara teratur adalah salah satu tanda tubuh sehat. Setiap orang memiliki jadwalnya sendiri untuk pergi ke belakang. Namun, jika Anda menemui kesulitan untuk BAB maka Anda tak boleh diabaikan.
Menahan kotoran terlalu lama tentu bisa berdampak bagi pencernaan dan metabolisme. Kematian bahkan pernah merenggut nyawa gadis berusia 16 tahun dari Cornwall, Inggris, dua tahun lalu, setelah tidak buang kotoran selama delapan minggu.
Emily Titterington, yang memiliki autisme ringan dan mengalami masalah usus selama hidupnya, dilaporkan memiliki ketakutan dengan toilet yang begitu parah. Kondisi itu membuat dia menahan kotoran hingga kehilangan nyawa.
Menurut pemeriksaan medis, ia menderita serangan jantung fatal sebagai akibat dari usus yang membesar dan menekan beberapa organ tubuh di sekitarnya. Paramedis Lee Taylor, yang mendampingi Emily pada saat kematiannya, mencatat bahwa perutnya memanjang sehingga tulang rusuk bawahnya terdorong.
" Yang menyedihkan adalah bahwa Emily tidak harus menderita seperti itu. Kematiannya bisa dihindari dengan pengobatan yang tepat pada titik yang tepat," kata dokter umum, Alistair James, seperti dikutip dari Womenshealth, Rabu (8/7/2015). Emily diresepkan obat pencahar, tetapi ia menolak perawatan medis.
Frank R. Malkin, MD, seorang gastroenterologist di Charles River Medis Associates di Natick, Massachusetts, mengatakan bahwa kasus kematian karena menahan kotoran di perut jarang terjadi. Anak remaja seperti Emily yang normal, tidak pernah menahan BAB selama beberapa minggu, dan sewajarnya mampu mengatasi masalah kesulitan BAB dengan mengambil obat yang tepat.
"Kesulitan buang air besar dalam waktu lama justru lebih sering terjadi pada anak-anak," kata Carin Cunningham, Ph.D., seorang psikolog anak di Rumah Sakit Anak Seattle. "Saat anak mengalami sembelit parah, mereka akan menjadi takut untuk BAB dan menjadi kebiasaan,” tambahnya.
(Renny Sundayani)