OKEZONE.COM, MAGELANG - Ribuan lampion diterbangkan dari Candi Borobudur. Pelepasan lampion menjadi daya tarik bagi wisatawan.
"Pelepasan Lapion itu jadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Orang rela bermalam-malam di Candi Borobudur untuk menyaksikan lampion yang diterbangkan," kata Asnawi, warga Mendut 2, Mungkid, Magelang pada Okezone, Selasa, 2 Juni 2015.
Adanya animo yang begitu tinggi dengan pelepasan lampion berdampak pula dengan masyarakat setempat yang bergelut dalam dunia pariwisata. Sebab, kesejahteraan hidup bisa lebih meningkat seiring iklim yang kondusif yang diciptakan untuk dunia pariwisata.
"Banyak wisatawan yang datang, dengan sendirinya orang yang jualan bisa jadi laris, yang usaha travel jalan, begitu juga yang lainnya," ujar pemilik rumah yang biasa disewa umat Buddha saat peringatan Waisak ini.
Bapak dua anak itu menyebut pelepasan lapion tak lepas dari peran panitia perayaan Waisak setiap tahunnya. Sebab, pria yang sejak lahir tinggal tak jauh dari area Candi Mendut itu mengaku belum lama ada.
"Lapion itu belum lama, saat saya masih muda dulu belum ada pelepasan lampion. Ya mungkin ada pelepasan lampion sekitar 10an tahun terakhir ini," jelas pria kelahiran tahun 1965 itu.
Pembudidaya induk ikan lele itu menyebut panitia Waisak dari pengurus pusat umat Buddha Indonesia. Perannya begitu besar bagi masyarakat setempat, khususnya yang bergerak dalam sektor pariwisata.
"Panitia Waisak itu orangnya pinter-pinter. Menciptakan adanya lampion saat waisak sehingga selain berdoa, imbasnya pada dunia pariwisata," pungkasnya.
(Johan Sompotan)