Mengenal Apa Itu Sindrom Nefrotik

Mom & Kiddie, Jurnalis
Sabtu 21 Maret 2015 13:16 WIB
Mengenal sindrom nefrotik (Foto: Haberler)
Share :

SINDROM nefrotik adalah gangguan ginjal yang menyebabkan tubuh manusia kehilangan terlalu banyak protein di dalam urine. Meski jarang terjadi, sindrom nefrotik ini dapat dialami oleh siapa saja.

Tetapi sindrom nefrotik umumnya terdeteksi pertama kali pada anak-anak, terutama yang berusia di antara 2-5 tahun. Lantas apa itu sindrom nefrotik?

Menurut dr Cahyani Gita Ambarsari, SpA Divisi Nefrologi/Unit cuci darah anak Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Sindrom nefrotik merupakan suatu jenis gangguan pada organ ginjal yang menyebabkan tubuh mengeluarkan sebagian protein yang terbuang melalui urine.

"Protein darah, normalnya minimum 3,5 g/dl. Tapi pada penderita sindrom nefrotik, protein darahnya kurang dari 3,5 g/dl yang kadarnya bervariasi, misalnya 2,8 g/dl, atau hanya 1,3 g/d," ungkapnya.

Menurutnya, sindrom nefrotik lebih banyak diderita anak-anak usia 3 - 12 tahun dibanding orang dewasa. Bayi di bawah usia satu tahun juga dapat terkena. Sedangkan lanjut dokter ini, penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan, tetapi berkisar 10 persen disebabkan faktor genetik. Berikut gejala sindrom nefrotik yang perlu moms ketahui.

Diawali bengkak

Terkadang, anak-anak yang mengalami sindrom nefrotik mula-mula tidak merasakan tanda dan gejala apapun. Mereka terlihat seperti orang sehat.

Gejala awal yang mulai terlihat adalah terjadinya pembengkakan di sekitar mata, lalu pergelangan kaki dan kaki (ekstremitas bawah).

Pada penderita sindrom nefrotik, kadar protein dalam urine menjadi tinggi sehingga kadar protein dalam darah menjadi rendah. Hal ini yang menyebabkan terjadi pembengkakan. Dan kalau sudah parah, perut tampak membuncit dan pada anak laki-laki skrotum-nya (kantung pelir) membesar. Sementara itu, pada anak perempuan labia (bibir vagina) yang membesar.

Tes urine dan darah

Di rumah sakit, anak akan melalui pemeriksaan laboratorium seperti tes urine dan tes darah. Jika hasil tes menunjukkan kadar protein dalam urine lebih tinggi dari normal dimana warna urine kuning pekat atau kuning kecoklatan dan berbusa/berbuih, maka hal ini mengarah pada sindrom nefrotik. Sementara itu, hasil tes darah akan menunjukkan tingkat protein albumin (hipoalbuminemia) dan tingkat protein darah rendah (lebih kecil dari angka normal). Sedangkan, kadar kolestrol dan trigliserida dalam darah mengalami peningkatan.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya