CAP Go Meh dirayakan pada malam ke-15 bulan pertama penanggalan Imlek. Di luar negeri, Cap Go Meh dikenal sebagai Lantern Festival atau Festival Lampion.
Di negeri asalnya sendiri, Cap Go Meh disebut sebagai yuan xiao jie atau festival yang menerbangkan lampion dalam jumlah banyak. Cap Go Meh dikenal sebagai momen yang digunakan untuk menerbangkan lampion.
Chief Secretary Assembly Hall Kuala Lumpur dan Selangor, Tang Ah Chai, lampion merah telah berevolusi dari desain kertas sederhana menjadi lampion mekanik yang bisa berputar. Tak jarang, orang-orang menggantungkan kertas bertuliskan isi hati dan harapan ke lampion.
“Cara merayakan Cap Go Meh sekarang telah berubah. Sekarang atmosfernya lebih seperti karnaval,” tuturnya dikutip TheStar, Kamis (5/3/2015).
Tang menjelaskan mengenai teori tentang asal-usul Festival Lampion. Sebuah teori mengatakan bahwa selama kepemimpinan Dinasti Han sekira tahun 208 SM, festival ini hanya dirayakan di istana dan memiliki aspek religius.
“Doa digelar untuk menandai festival dan orang berdoa kepada Dewa Tai Yi. Kaisar menggunakan perayaan dan ritual keagamaan untuk menunjukkan bahwa ia diberi mandat oleh Tuhan untuk menjadi penguasa,” ujarnya.
Pada saat itu, istana akan dihiasi oleh lampion. Semasa Dinasti Tang, Cap Go Meh dirayakan selama tiga hari, Dinasti Song selama lima hari dan Dinasti Ming selama 10 hari. Lalu festival ini menyebar dan dilakukan oleh masyarakat biasa.
Tang juga mengungkapkan ada kebiasaan yang dilakukan orang-orang selama Cap Go Meh. Salah satunya adalah dengan berjalan-jalan keluar rumah, bukannya mengurung diri di rumah. Hal ini diyakini dapat menangkal penyakit.
(Johan Sompotan)