Lilin Raksasa Hadir di Imlek Bandung

Oris Riswan, Jurnalis
Selasa 17 Februari 2015 12:58 WIB
Lilin raksasa hadir di Imlek Bandung (Foto: Oris Riswan/Okezone)
Share :

SETIAP vihara terdapat lilin berukuran besar setiap perayaan Imlek. Lilin itu biasanya dibeli dengan harga jutaan untuk satuannya.

Dana yang dibutuhkan tidak sedikit mengingat lilin yang dipakai di vihara biasanya berjumlah banyak.

Tapi di Vihara Dharma Ramsi di Kota Bandung, pengurusnya memiliki cara menghemat pengeluaran. Pengurus membuat lilin raksasa dengan sistem daur ulang.

Setiap Imlek, lilin di Vihara Dharma Ramsi selalu dinyalakan hingga 14 hari kemudian. Setelah itu, lilin sisanya disimpan untuk didaur ulang. Lilin hasil daur ulang biasanya dipasang di vihara jelang pelaksanaan Imlek pada tahun berikutnya.

"Vihara ini didirikan tahun 1954. Nah, bikin lilin (daur ulang) seperti itu dilakukan enggak lama setelah vihara ini berdiri. Kalau awal-awal kita memang beli dari luar lilinnya," kata pengurus Vihara Dharma Ramsi, Subuan, kepada Okezone, Senin 16 Februari 2015.

Dijelaskan Ko Buan, sapaan akrabnya, lilin yang dibuat di Vihara Dharma Ramsi terdiri dari empat ukuran yaitu 200 kati, 100 kati, 50 kati, dan 25 kati. Satu kati sendiri beratnya sekira 600 gram. Untuk satu lilin ukuran 200 kati misalnya, harganya bisa lebih dari Rp3 juta.

Karena lilinnya hasil daur ulang, dana yang diperlukan pun tidak terlalu besar. Meski diakuinya, untuk menambah bahan baku lilin tetap harus membeli dari toko. Tapi jumlahnya tidak sebesar dibandingkan membeli lilin baru.

Untuk dana yang dipakai, Ko Buan menjelaskan itu berasal dari sumbangan jemaat. "Jadi kalau di sini sistemnya dari umat untuk umat," ucapnya.

Karena dana yang dipakai tidak sebesar untuk membeli lilin baru, pengurus vihara bisa menggunakannya untuk hal lain. "Alokasi dananya kita gunakan untuk membeli makanan bagi umat yang datang ke sini," tuturnya.

Sementara untuk tahun ini, Vihara Dharma Ramsi membuat 300 lilin raksasa yang akan dinyalakan pada malam Imlek hingga 14 hari berikutnya. "Api lilin ini menandakan pergantian tahun," jelas Ko Buan.

Saat ini, pihaknya masih membuat beberapa lilin lagi untuk memenuhi kuota 300 lilin semua ukuran. Sebelum perayaan Imlek, semua lilin itu ditargetkan sudah selesai dibuat.

(Johan Sompotan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya