METTA Fauzan dan Ahmad Zaky menghadirkan tampilan busana Muslim dengan inspirasi dari Singapura dan Indonesia. Busana Muslim mereka terlihat modern, meski desainnya simpel.
Gaya hidup masyarakat Singapura yang dinamis dan praktis memang menarik untuk dibahas. Bahkan, hal ini yang menginspirasi Meeta Fauzan dalam menciptakan sebuah koleksi busana.
Bertemakan Sunrise, desainer asal Bandung itu memamerkan tujuh outfit koleksi ready-to-wear, dengan potongan sederhana di Museum Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat semalam. Meski tidak banyak detail, namun busana rancangan Meeta tetap menarik.
Desainer asal Bandung itu berhasil menunjukkan bahwa memakai busana Muslim tidak harus berlebihan. Bahkan, busana Muslim sebaiknya bisa lebih praktis dipakai, menyesuaikan dengan gaya hidup wanita masa kini yang dinamis
Sedangkan dari segi warna, anggota dari Ikatan Perancang Busana Muslim (IPBM) Jawa Barat ini hadir dengan pastel. Dengan warna tersebut, tampilan wanita terlihat lebih feminin.
Selain Meeta, desainer lain yang turut serta di pergelaran Asia Africa Cultural Fusion, yakni Ahmad Zaky. Desainer asal Bandung itu tampil dengan koleksi baru yang dikemas dengan tema Sparkle of Peacock.
Ada tujuh busana pria dan wanita yang dihadirkan. Di sini, Zaky lebih banyak menggunakan kain jumputan sebagai material utama.
Untuk potongannya, Zaky tetap mengikuti tren dengan mengaplikasikan siluet H-line dan A-line. Sedangkan dari segi warna, koleksi yang berhasil menyedot perhatian para tamu itu juga lebih beragam.
(Tuty Ocktaviany)