KEKURANGAN vitamin E pada wanita hamil meningkatkan risiko keguguran. Hal tersebut berdasarkan studi baru Amerika Serikat.
Para peneliti menemukan wanita hamil di Bangladesh yang mengalami kekurangan vitamin E, hampir dua kali lebih mungkin untuk keguguran dibandingkan mereka yang memiliki nutrisi vitamin yang cukup, sebagaimana dilansir dari Torontosun, Jumat (5/12/2014).
"Selama hampir satu abad, kita tahu tentang vitamin E dan perannya pada kesuburan binantang," kata penulis Kerry Schulze, seorang ilmuwan di Departemen Kesehatan Internasional di Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore.
Penemuan ini, adalah studi pertama pada manusia yang telah melihat hubungan antara vitamin E dan keguguran. Studi ini mendukung penemuan tentang peranan vitamin E dalam melindungi embrio dan janin pada kehamilan.
Para peneliti menganalisis data sampel darah dari 1.605 wanita hamil yang tinggal di daerah pedesaan Bangladesh, antara 2001 dan 2007. Mereka menemukan 10 persen wanita dengan kadar vitamin E yang rendah dalam darah mereka mengalami keguguran, dibandingkan dengan 5 persen yang cukup vitamin.
Mereka menemukan, wanita hamil di negara-negara berkembang tidak cukup diberi multivitamin, seperti apa yang perempuan Amerika lakukan sebelum atau setelah hamil. Namun, mereka cenderung mendapatkan suplemen zat besi dan asam folat, yang telah terbukti manfaatnya selama kehamilan.
Para penulis, yang mempublikasikan penelitian mereka dalam American Journal of Clinical Nutrition,
mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan dan hasilnya mungkin tidak berlaku untuk negara-negara berpenghasilan tinggi di mana perempuan cenderung memiliki status gizi yang lebih baik.
(Renny Sundayani)