JIKA meragukan kekuatan pikiran terhadap kesehatan, Anda harus mengetahui apa efek dari plasebo. Obat kosong ini merupakan teknik pengobatan yang sering digunakan para peneliti dalam studi kesehatan.
Plasebo yang biasa berbentuk pil mungkin tampak seperti obat betulan, tetapi sebenarnya ini “palsu”. Peneliti telah menemukan bahwa ketika mereka memberi orang pengobatan palsu dan memberi tahu mereka bahwa itu dapat memberikan kesembuhan dan pasien dapat benar-benar merasa lebih baik.
Peningkatan kondisi mereka jelas bukan karena sebutan “palsu” tersebut, melainkan disebabkan kekuatan pikiran pasien. Dengan percaya bahwa mereka akan menjadi lebih baik benar-benar membantu mereka merasa lebih baik. Hal ini disebut sebagai efek plasebo.
Salah satu contoh plasebo yang paling umum adalah plaster luka. Benda tersebut tidak melakukan apa-apa untuk menyembuhkan luka, tetapi dengan menggunakannya dapat membuat Anda merasa lebih baik. Contoh lain dari plasebo adalah yang berbentuk pil.
Laporan penelitian menunjukkan cara kerja plasebo pada pasien yang diberikan. Ketika plasebo dikatakan dapat menstimulasi sistem tubuh pasien, detak jantung mereka akan menjadi cepat dan meningkatkan tekanan darah sehingga tingkat reaksi mereka membaik.
Contoh lain ketika kelompok orang diberikan pil yang sama seperti sebelumnya yang dikatakan berfungsi untuk membantu tidur, dengan segera detak jantung mereka melambat dan pasien melaporkan dapat merasakan kantuk setelahnya.
Sebaliknya, saat obat plasebo yang diberikan dikatakan memiliki efek samping tertentu seperti sakit kepala, mual, dan nyeri, meskipun itu hanya obat “kosong”, pasien melaporkan bahwa mereka mengalami efek samping tersebut.
Bagi para peneliti, hal ini memungkinkan mereka untuk membandingkan efek dari pengobatan plasebo tersebut dengan kelompok yang tidak diberikan. Biasanya, peserta dalam penelitian tidak tahu apakah mereka diberi obat asli atau hanya plasebo.
Seperti dilansir dari Healthmeup, Jumat (5/12/2014), biasanya efek plasebo hanya untuk jangka pendek, dan orang akan kembali merasakan kondisi yang mereka keluhkan setelahnya. Metode ini tidak dapat digunakan untuk menyembuhkan, tetapi dapat menunda penderitaan sesaat.
(Tuty Ocktaviany)