USAI dilantik menjadi Menteri Kesehatan, Nila F Moeloek langsung bekerja. Target utama program kerja yang diusungnya adalah penurunan angka kematian ibu (AKI).
Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang mulai merencanakan program yang diusung. Seperti, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang memiliki target akan dicapai, salah satunya menekan AKI.
"Angka kematian ibu tidak berdiri sendiri. Harus ada dukungan semua, sehingga angka kematian ibu bisa berhasil," ungkap Nila saat serah terima jabatan di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
Nila mengakui, millenium development goals (MDGs) adalah pekerjaan yang sulit tercapai, terlebih angka kematian ibu masih bertanda merah.
"MDGs itu AKI, penyakit menular. Mudah-mudahan 2015 bisa tercapai," ungkapnya.
Oleh karena itu, kata Nila, kerjasama dengan banyak sektor harus kita tingkatkan.
"Sedang dipersiapkan pasca-MDGs. Target AKI menjadi 70 per 100.000 angka kelahiran pada 2015," bebernya.
AKI merupakan salah satu target MDGs yang harus dicapai Indonesia pada 2015. Namun, jelang akhir MDGs terdapat perbedaan data mengenai AKI di Indonesia.
Menkes sebelumnya, Nafsiah Mboi, mengatakan bahwa mengenai target AKI di Indonesia mempunyai harapan. Hal itu karena menurut World Health Statistic ternyata pada 2012 AKI di Indonesia 190 per 100.000 kelahiran hidup.
Dari target MDGs yang diusahakan ini adalah menurunkan AKI sampai angka 102 dari 190, seperti yang dihitung oleh WHO. Jumlah dari angka yang diharapkan tersebut mencapai setengah dari jumlah yang telah dihitung belakangan ini.
Dengan demikian, usaha penyelamatan ibu dari kematian pasca-melahirkan harus ditingkatkan sejauh 400 persen hingga satu tahun mendatang dibanding usaha yang berhasil dilakukan selama satu dekade belakangan.
(Renny Sundayani)