PRESIDEN Joko Widodo akhirnya mempercayakan Nila F Moeloek sebagai menteri kesehatan. Meskipun sempat gagal jadi menkes di Era pemerintahan SBY, namun untuk kedua kalinya, Nila sukses jalani seleksi dan akhirnya dipercaya oleh Jokowi.
Lantas langkah apa yang dilakukan Nila saat menduduki kursi pengganti Nafsiah Mboi?
Menurut Nila melalui pesan singkatnya, ia berterima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Indonesia, sehingga Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, dipercayakan mengemban amanat sebagai menteri kesehatan.
"Terima kasih, mohon doanya untuk mengemban amanah bagi masyarakat semua," ucap Nila kepada Okezone, melalui pesan singkatnya, Senin (27/10/2014).
Sebelumnya, ada beberapa nama kandidat yang digadang-gadang bakal menggantikan posisi Nafsiah Mboi, salah satunya adalah Hasbullah Tabrani. Terpilihnya Nila pun tentunya telah melewati proses seleksi, kemudian berkasnya telah selesai diperiksa KPK dan dinyatakan bersih dari korupsi.
Mengulik perjalanan kariernya, Nila F Moeloek merupakan seorang ahli penyakit mata yang menjadi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Sebelum menjadi orang sukses di bidangnya, Nila menuntaskan studi S1 di fakultas yang sama pada 1968.
Lalu, alumnus kampus kuning ini melanjutkan studi di bidang ophtalmology dan berhasil meraih gelar spesialis mata (SpM) enam tahun berikutnya. Dia pun pernah belajar subspesialisasi di International Fellowship di Orbita Centre, University of Amsterdam, Belanda dan di Kobe University, Jepang.
Setelah itu, dia meneruskan Pendidikan Konsultan Onkologi Mata dan Program Doktor Pasca Sarjana di FKUI. Pada 1980-an, dirinya mengabdi sebagai seorang dosen di universitas yang sama.
Kesuksesannya di bidang ahli mata membuat wanita 65 tahun ini mengembangkan diri dan didapuk sebagai kepala divisi tumor mata di RSCM Kirana pada 1979-1998. Pada saat sama, Nila pernah menjadi koordinator penelitian di Departemen Opthalmology, FKUI-RSCM. Kemudian, dirinya menjabat sebagai Ketua Umum Darma Wanita Persatuan Pusat, periode 2004-2009.
(Renny Sundayani)