Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tingkat Keparahan Sakit Maag Ternyata Bisa Dilihat dari Warna Tinja Lho

Diana Rafikasari , Jurnalis-Senin, 14 Desember 2020 |05:15 WIB
Tingkat Keparahan Sakit Maag Ternyata Bisa Dilihat dari Warna Tinja <i>Lho</i>
Ilustrasi sakit maag. (Foto: Thebostonjam)
A
A
A

SAKIT maag atau dispepsia merupakan salah satu penyakit yang banyak dialami orang Indonesia. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa hal, di antaranya luka terbuka pada lapisan dalam lambung, infeksi bakteri Helicobacter pylori, efek samping penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid, atau stres.

Sakit maag memberikan efek di perut seperti terbakar yang bisa sangat menyakitkan dan tidak nyaman. Seringkali orang tidak menyadari menderita maag dan menganggap gejalanya hanya mulas yang pada akhirnya akan hilang.

Baca juga: Atasi Sakit Maag dengan 7 Bahan Alami Ini, Mudah Didapat Lho 

Namun, kotoran yang berwarna gelap dapat mengindikasikan bahwa Anda berisiko mengalami sakit maag. Pendarahan di bagian atas sistem pencernaan dapat menyebabkan tinja (feses) berwarna hitam dan lengket.

Sakit maag. (Foto: Shutterstock)

Bisul atau bentuk iritasi lain di kerongkongan atau lambung yang dikenal sebagai gastritis bisa menyebabkan pendarahan. Ketika darah bercampur dengan cairan pencernaan, terlihat seperti tar.

Jika ulkus terbentuk di perut seseorang dapat menyebabkan pendarahan yang membuat tinja menjadi hitam dan lengket.

Baca juga: Jenang Garut, Camilan Manis yang Bisa Jadi Obat Maag 

Medical News Today melaporkan bahwa penggunaan beberapa obat jangka panjang, seperti ibuprofen dan aspirin, dapat menyebabkan sakit maag.

"Infeksi bakteri juga bisa menjadi penyebabnya," jelas situs tersebut, seperti dilansir dari Express.

Adapun gejala lain dari sakit maag meliputi nyeri di perut, penurunan berat badan, enggan makan karena sakit, mual atau muntah, kembung, merasa mudah kenyang, bersendawa, mulas yang merupakan sensasi terbakar di dada, nyeri yang mungkin membaik saat Anda makan, minum, atau mengonsumsi antasida, anemia yang gejalanya bisa berupa kelelahan, sesak napas, atau kulit pucat.

Baca juga: Selain Sambal, Makanan Ini Harus Dihindari Penderita Maag 

Melalui pengobatan, kebanyakan sakit maag akan sembuh dalam satu atau dua bulan. Perawatan yang direkomendasikan akan tergantung pada apa yang menyebabkan sakit maag.

Kebanyakan orang akan diberi resep obat yang disebut penghambat pompa proton (PPI) untuk mengurangi jumlah asam yang diproduksi lambung mereka dan memungkinkan sakit maag sembuh secara alami.

Baca juga: Tulang Punggung Rusak Parah, Ini Alasan Deddy Corbuzier Masih Mampu Berdiri 

Ilustrasi sakit maag

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement