Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Film Affair, Cinta Segitiga yang Berakhir Tragis

Elang Riki Yanuar , Jurnalis-Kamis, 11 Maret 2010 |10:29 WIB
Film Affair, Cinta Segitiga yang Berakhir Tragis
(foto: Ist)
A
A
A

Cinta terkadang membuat manusia gelap mata. Itulah yang dialami dua orang sahabat, Reta (Sigi Wimala) dan Santi (Garneta Haruni) di film bergenre horor berjudul Affair. Mereka terjerat cinta segitiga hingga harus mengakhiri hidup dalam sebuah percintaan yang mematikan.

Film ini berawal ketika Santi dan Reta yang bersahabat sejak kecil bertemu kembali dalam satu kampus. Karena bersahabat sejak kecil maka ketika dipertemukan lagi mereka kembali menjalin persahabatan. Reta jatuh hati kepada Daniel (Dimas Aditya) yang sebenarnya kekasih Santi.

Santi sengaja menyembunyikan hubungan asmaranya dengan Daniel karena tak ingin Reta kecewa. Keluarga Santi pernah berutang budi pada keluarga Reta. Terlebih lagi setelah Santi tahu kalau Reta mengidap penyakit kanker otak dan hidupnya tinggal tiga bulan lagi.

Dengan niat membahagiakan Reta di sisa hidupnya, Santi merelakan Daniel untuk berpura-pura mencintai Reta.

Daniel dan Retapun akhirnya berpacaran. Meski dibakar api cemburu, Santi tetap merelakan kekasihnya bermesraan dengan sahabatnya sendiri.

Bulan berganti bulan tak terasa ternyata Reta dan Daniel genap setahun berpacaran. Reta masih terus hidup dan vonis dokter yang menyatakan usianya tersisa tiga bulan lagi meleset.

Melihat kenyataan ini amarah mulai menghampiri Santi. Puncaknya ketika Reta memberitahu Santi bahwa Daniel telah melamar dirinya karena sedang mengandung anak Daniel. Santi tak mau kalah dengan mengatakan sedang mengandung janin dari Daniel juga. Reta akhirnya mengakui vonis dokter tentang penyakitnya hanya rekayasa.Pertengkaran mulut dua sahabat ini makin tak terhindarkan. Puncaknya ketika Santi menusuk punggung Reta yang dibalas dengan pukulan dengan gelas oleh Reta.

Pertarungan sengit terjadi. Ke dua sahabat yang sudah berlumuran darah ini terus bergumul saling menyerang. Namun Reta yang tak memegang senjata harus meregang nyawa karena pisau yang ditusukan Santi berkali-kali. Penyesalan bercampur kepanikan dialami Santi. Karena panik itulah Santi memutilasi tubuh Reta dan dimasukan dalam sebuah koper.

Santi kemudian memberitahu Daniel jika dirinya membunuh Reta. Kontan saja, Daniel merasa marah dengan Santi. Daniel tetap mencoba tenang. Akhirnya Daniel bersama Santi mencoba mencari jasad Reta untuk membuangnya. Namun naas, Daniel dan Santi mengalami kecelakaan parah. Daniel akhirnya tewas sementara Santi mengalami luka serius.

Santi berhasil sembuh dan dibawa pulang oleh sepupunya bernama Moniq (Monique Henry). Moniq mengetahui kejadian yang baru saja dialami Santi, Reta dan Daniel. Dan tiba-tiba saja Santi menyerang Moniq yang sedang asyik duduk di sofa. Menyadari bahwa yang menyerangnya bukan Santi melainkan arwah Reta, Moniq akhirnya terus melawan.

Sebagai upaya balas dendam, Reta menggunakan Moniq untuk membunuh Santi. Dan Santi memang orang yang tepat. Santi akhirnya juga tewas ditangan Moniq melalui pertarungan penuh darah.

Film yang mulai tayang serentak di bioskop Indonesia tanggal 11 Maret 2010 ini berhasil menghadirkan ketegangan dan jalan cerita yang mencekam. Penggila film horor tentu akan sangat menikmati ketegangan yang dihadirkan film ini.

Yang menarik adalah ketika syuting film ini berlangsung Sigi Wimala sedang hamil. Adegan perkelahian yang diwarnai lompat dan terjatuh dari tangga harus dilakoni Sigi meski dirinya sedang berbadan dua. Ini tentu menunjukan totalitas dan profesionalitas istri dari sutradara Rumah Dara, Timo Tjahjanto ini.

Tak hanya Sigi, para pemain lainnya juga bermain cukup bagus di film ini. Ditambah pengambilan gambar yang baik, film ini terlihat kuat teknik cinematografinya. Kali ini Nayato berhasil menunjukan kualitasnya dengan membuat gambar yang sangat menarik dan enak ditonton.

Dari genrenya, film ini tentu bukan film slasher pertama di Indonesia, karena film Rumah Dara bisa disebut sebagai film slasher pertama di Indonesia. Meski begitu kehadiran film ini layak mendapat apresiasi.

Film ini menggunakan pendekatan horor yang berbeda. Horor tak lagi diidentikan dengan adegan seks yang vulgar dan cenderung bombasme.

Film ini coba menempatkan dimana seharusnya film horor berada dimata penikmat film. Selama ini film horor di Indonesia terlanjur identik satu wadah dengan adegan seks yang vulgar. Disitu ada film horor, disitu pula ada adegan seks yang sensasional. Dan film ini coba mematahkan stigma tersebut.

Film ini telah membuktikan tanpa adegan seks sebuah film horor tetap menjadi tontonan yang 'menegangkan' dalam arti sebenarnya. Tanpa perlu mendatangkan bintang porno sekalipun film ini tetap terlihat menarik karena kualitasnya, bukan karena kontroversinya yang sensasional. ***

Pemain :
Sigi Wimala
Garneta Haruni
Dimas Aditya
Monique Henry
Rommy Ravalzi

Sutradara :
Nayato Fio Nuala

Produksi :
Starvision Plus

(Syukri Rahmatullah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement