Jika anak merasa mual dan ingin muntah, biarkan anak untuk muntah. Jangan memaksa anak untuk menahan rasa ingin muntah. Hal ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman padanya.
2. Bantu anak saat muntah
Saat terjadi muntah, tundukkan kepala anak agar cairan muntah tidak masuk ke dalam saluran pernapasan. Jika bayi mengalami muntah, miringkan kepalanya untuk mencegah masuknya cairan muntah ke saluran napas. Masuknya cairan muntah ke saluran pernapasan anak dapat menyebabkan tersedak dan membahayakan keselamatan.
3. Setelah anak muntah, perhatikan isi muntahan dan siapkan air agar ia dapat berkumur-kumur
Jika muntah berisi darah segar atau cairan kehitam-hitaman, segera bawa anak ke dokter. Namun demikian, tanyakan pula riwayat makanan yang dimakan oleh anak sebelum muntah. Apakah anak baru mengonsumsi makanan atau minuman yang berwarna merah atau tidak. Pada bayi, waspadai muntah yang berwarna hijau, karena itu merupakan salah satu gejala sumbatan saluran cerna.