SEBUAH perusahaan di Genewa, punya kumpulan ilmuwan yang sering melakukan penelitian terhadap rasa, aroma makanan serta parfum. Para ilmuwan ini melakukan studi dengan mengambil sampel keringat ketiak dari 24 pria dan 25 wanita setelah mereka menghabiskan waktu di sauna selama 15 menit atau sehabis bersepeda.
Setelah sampel tersebut dianalisis, para ilmuwan menemukan bahwa keringat wanita memiliki kandungan sulfur yang tinggi. Sehingga tubuh wanita lebih bau.
Pasalnya, ketika keringat di ketiak wanita bercampur dengan bakteri, mereka berubah menjadi bahan kimia yang bernama thiol. Thiol ini memiliki bau yang menyerupai bawang.
Lain hal dengan pria yang memiliki bau keringat yang berbeda. Ya, keringat pria lebih banyak mengandung asam lemak, sehingga memiliki bau bagai keju.
"Pria memiliki bau bagai keju dan wanita memiliki bau bagai jeruk bali maupun bawang," ungkap Christian Starkenmann, ketua studi sebagaimana dikutip Telegraph, Jumat (25/9/2015).
Adapula sebuah tim yang direkrut oleh para ilmuwan untuk melakukan tes bau. Hasil tes tersebut menyatakan bahwa bau ketiak wanita tidak menyenangkan.
Studi yang dilakukan oleh para ilmuwan ini guna meningkatkan kualitas deodoran untuk pria dan wanita. Namun, menurut professor Tim Jacob asal universitas Cardiff, setiap orang memiliki gen dan diet yang berbeda sehingga sulit menghilangkan bau ketiak.
" Faktor lain seperti makanan, mandi menggunakan bahan tertentu, busana yang digunakan serta gen yang diturunkan membuat orang memiliki bau yang berbeda," pungkasnya.
(Ainun Fika Muftiarini)