BICARA soal seks, tentu Anda sering mendengar kata G-spot. Lantas, apa ya arti sesungguhnya dari kata yang menggairahkan itu?
Dikutip Everydayhealth, Rabu (18/3/2015), G-spot diyakini menjadi daerah yang sangat sensitif di dalam Miss V. Dari pengertian medis, G-spot disebut spons uretra, yang menjadi stimulasi seseorang mengalami orgasme kuat saat bercinta.
Kata G-spot rupanya sudah populer di kalangan kita sejak awal tahun 1980-an. Mulanya kata itu ditemukan dari buku populer tentang seksualitas manusia yang disebut "The G Spot" yang ditulis oleh Lada, Whipple, dan Perry, dan diterbitkan oleh Holt, Rinehart, Winston tahun 1982.
Selanjutnya, G-spot telah diakreditasi oleh peneliti bernama Ernest Grafenberg, MD, karena dirinya pertama kali berspekulasi tentang daerah yang sangat sensitif di dalam vagina, dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada tahun 1950.
Menurut ahli seksolog Dr Huang, tidak banyak penelitian tentang keberadaan G-spot, apalagi dari segi anatomi. Maka itu, tidak ada saraf yang konsentrasi di satu daerah Miss V dari yang lain.
Namun, faktanya G-spot merupakan bagian paling sensitif yang berada di ujung saraf dengan ukuran per inch. Lantas kenapa G-spot menjadi bagian penting dari hubungan seks?
Ada sebuah tinjauan bukti bahwa keberadaan G-spot diterima secara luas oleh banyak wanita di seluruh dunia. Namun, ada pula kekhawatiran bahwa, keyakinan luas tentang G-spot mungkin akhirnya secara psikologis merusak bagi perempuan yang ingin meningkatkan kehidupan seksnya.
Artinya, kaum hawa yang tidak dapat menemukan G-spot mereka, mungkin merasa tidak mampu mengalami orgasme lebih baik. Sehingga ide ini sangat mengganggu kehidupan seks mereka dan sesekali ingin melakukan operasi demi kepuasan sesaat.
(Renny Sundayani)